Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘Pejuang Wanita’

Cut Nyak Meutia lahir di Perlak, Aceh pada tahun 1870, tiga tahun sebelum perang Aceh-Belanda meletus. Suasana perang itu mempengaruhi perjalanan hidupnya selanjutnya. Waktu masih kecil, ia dipertunangkan dengan Teuku Syam Syarif, tetapi ia lebih tertarik kepada Teuku Muhammad. Akhirnya, keduanya menikah. Teuku Muhammad adalah seorang pejuang yang lebih terkenal dengan nama Teuku Cik Tunong.

Sekitar tahun 1900 pejuang-pejuang Aceh sudah banyak yang tewas. Gerakan pasukan Belanda sudah sampai ke daerah pedalaman Aceh. Cut Nyak Meutia bersama suaminya memimpin perjuangan gerilya di daerah Pasai. Berkali-kali pasuka mereka berhasil mencegat patroli pasukan Belanda. Markas Belanda di Idie pernah pula diserang. (more…)

Read Full Post »

Cut Nyak Dien lahir di Lampadang, Aceh pada tahun 1850. Ia dilahirkan dalam suasana memburuknya hubungan antara kerajaan Aceh dan Belanda. Situasi itu berpengaruh terhadap dirinya.

Ia menikah dalam usia¬† muda dengan Teuku Ibrahim Lamnga. Pada bulan Desember 1875, Lampadang diduduki Belanda. Cut Nyak Dien mengungsi ke tempat lain, berpisah dengan suami dan ayahnya yang terus melanjutkan perjuangan. IbrahimLamnga tewas dalam pertempuran di Gle Tarum bulan Juni 1878. Cut Nyak Dien bersumpah hanya akan kawin dengan laki-laki yang bersedia membantu untuk menuntut balas kematian suaminya. (more…)

Read Full Post »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,232 other followers